October 04, 2009

Memotret Pertunjukan Panggung...

Fotografi panggung adalah hal yang sulit di masa lalu, tetapi dengan kemajuan teknologi kini fotografi panggung bisa dilakukan oleh siapa saja. Memotret pertunjukan yang biasanya berlangsung di atas panggung memerlukan kiat tersendiri karena sifat pencahayaannya yang sangat khas. Pencahayaan pertunjukan adalah bagian dari pertunjukan itu sendiri dan selalu dirancang dengan sebaik-baiknya. Satu hal yang harus diingat adalah tata lampu yang ada di panggung, umumnya dirancang untuk dilihat, bukan untuk dipotret. Maka fotografer yang akan mengabadikan sebuah pertunjukan harus menyesuaikan diri untuk dapat mengabadikan dengan baik. Berikut ini Tips memotret pertunjukan panggung dengan cantik:

1. ISO. 
 Hal pertama yang harus ditekankan adalah faktor ISO. ISO yang dipakai biasanya tinggi, yaitu sekitar ISO 400 dan ISO 800. White balance dipilih daylight agar bisa mengadaptasi semua rentang warna dan pilihan pencahayaan sebainya menggunakan A (aperture priority).

2. Mode Pemotretan.
Banyak pemula memilih pencahayaan dengan M (manual) karena merasa bahwa pilihan ini adalah pilihan profesional. Padahal dengan pilihan M, mau tidak mau seorang fotografer harus mengukur terlebih dahulu sebelum menjepretkan rananya. Kenyataannya pencahayaan panggung selalu berubah dan akibatnya saat rana ditekan, pengukuran yang dilakukan tadi sesungguhnya sudah tidak berlaku lagi. Sehingga pencahayaan mode M hanya cocok dipergunakan untuk obyek yang cenderung berposisi statis. Namun walau memilih pilihan A dan biasanya disertai dengan bukaan diafregma besar, masih harus dilengkapi dengan kecerdasan tertentu untuk mengambil keputusan terkait masalah kompensasi (dengan menekan tanda +/-). Kompensasi minus diambil manakala latar belakang lebih galap dari pada obyek di depannya, alias sang artis berdiri dengan latar belakang hitam. Besarnya kompensasi minus ini tergntung perbandingan luas antara subyek utama dan latar belakang.

3. Pemotretan Cahaya.
Adakalanya Anda ingin memotret garis-garis cahaya yang muncul dari bagian atas panggung. Harap dipahami bahwa cahaya seharusnya tidak bisa terpotret apa adanya. Cahaya baru bisa Anda potret ketika “menabrak” sesuatu. Dan “sesuatu” itu dalam dunia pertunjukan panggung adalah asap! Maka manakala mesin asap terdengar dihidupkan, biasanya akan berlangsung permainan cahaya di atas panggung. Disitulah Anda mulai dapat mengoptomalkan pengambilan gambar pertunjukan panggung.

4. Kesigapan Fotografer. 
 Hal berikutnya yang harus Anda kuasai adalah kesigapan Anda sebagai fotograger untuk kejutan-kejutan yang bisa muncul setiap saat. Seperti berkibarnya gaun penyanyi, aksi seorang gitaris band yang meloncat dan sebagainya. Kejutan-kejutan seperti tersebut di atas memang harus selalu diwaspadai untuk mendapatkan gambar yang terbaik. Tetapi dalam pertunjukan teater, akan lebih baik lagi kalau Anda hafal skenarionya, sehingga Anda bisa tahu adegan-adegan fotogenik mana saja dalam pertunjukan tersebut yang bisa Anda rekam. Memotret saat gladi resik adalah salah satu kunci untuk “mengintip” adegan-adegan penting dalam sebuah pertunjukan.

No comments:

Post a Comment